Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

Tentang Yang Berharga

Ada yang pernah kehilangan sebagian besar kebahagiaan dan harapan yang dimilikinya.
Ada yang pernah kehilangan sebagian besar tawa dan impian yang dimilikinya.
Ada yang pernah kehilangan kesempurnaan hidupnya.
Itu seperti kehilangan setengah nyawanya.

Semua tahu, tak ada yang sempurna dalam semesta.
Tetapi, hidupnya tetap terasa sempurna baginya.
Dengan semua hal yang berharga di sekelilingnya.
Dengan impiannya yang tercapai, walau hanya sebagian.

Tiba-tiba saja semua kesempurnaan itu direnggut darinya.
Direnggut oleh hal yang tak pernah disukainya.
Direnggut oleh hal yang hanya mengecewakannya.
Direnggut oleh hal yang membuat tetesan air mata selalu membasahi pipinya.

Tetapi dia percaya, suatu saat nanti kebahagiaan dan harapan itu dapat kembali lagi padanya.
Kemudian menjadi nyata.
Walaupun itu sedikit demi sedikit.
Menyusun serpihan nyawa yang hilang menjadi utuh kembali.

Dan saat kebahagiaanya mulai kembali, bukankah hatinya merasa senang?
Bukankah setiap detiknya menjadi berharga?
Bukankah senyumnya tak lagi terpaksa?
Bukankah hidupnya kembali terasa sempurna?

Entah, hanya dia dan Tuhan yang mengerti.

Senin, 07 April 2014

Rasamu Dulu

Masih anget ini, baru gue bikin langsung posting. Wahaa galomax! :')



Awal berkata, hanya ingin melihat saja
Tiada maksud apa-apa
Hanya kebiasaan yang kulakukan
Melihat apa yang ada

Tapi, hal pilu bangkit dari tidurnya
Tidur, terpendam lama
Tapi hidup, belum tiada
Terkejutku melihatnya tanpa sengaja

Apa? Apa yang kurasa?
Seketika, ketidaksengajaan itu membawaku
Membawa ke suatu masa
Masa itu masa yang dulu

Deretan huruf berbaris rapi
Terangkai begitu indah
Kata demi kata ku lalui
Begitukah yang hatimu rasa?

Sesal merajuk dalam asa
Tapi apa guna?
Terlanjur aku melakukannya
Lukai hati, sekejam inikah?

Oh, inginku kata padamu
Tahu kau akan begitu
Tiadalah satupun tega
Padamu yang terluka

Pikirku dulu, hanya seluas setetes hujan
Hanya pikirkan diri bahagia
Mencintanya
Pergi darimu begitu saja

Lebih baik begitu bukan?
Dibanding bertahan dalam rasa telah hilang
Hilang, hilang tak selamanya
Seakan sembunyi, dan kini kembali ada

Tapi apa guna?
Kesempatan kedua tentu berbeda
Tak lagi sama dengan kesempatan pertama
Biar, tak mau lagi buatmu terluka

Begitulah, deretan kata ini
Tiadalah indah, tak sebanding dengan rasamu
Rasa dulu yang baru kupahami
Rasa yang begitu kuat, yang menetap dalam hatimu



Gara-gara stalk blog orang ni, jadi deh puisi beginian. \='D/ Puisi dibales puisi gitu. Wahaha kece seek kek jaman dulu aja :p Tapi dibaca enggakyah? Ah, tau ah gelap sekali. :v Tau ah, abaikan aja curcol gaje gue. :) Yang penting Thanks for visiting FTFL\m/ ♥

Minggu, 06 April 2014

Sembunyi :'3

Tusukkan belati cinta jangan terlalu dirasa, ntar malah berabe jadinya. :3 Liat awan-awan putih berbaris berjalan perlahan aja, indah lho! Lucu lagi! Coba bikin relax diri, hati, jiwa. Coba senyum! Senyum kan? :) Tapi, ah, awan kelabu mengacaukan segalanya! :'3



Menatap langit
Seiring awan berjalan perlahan
Senyumku mengembang
Menatap langit
Awan kelabu mulai datang
Menghapus senyum yang terkembang

Awan kelabu menyadarkanku, menyadarkan senyumanku
Yang hanya jadi topeng persembunyianku
Sembunyi dari tangisku

Sampai kapankah? Sampai kapan harus sembunyi
Di balik senyuman palsu ini
Saat kulihat kau bersamanya
Melihatnya tertawa, menatap tajamku dan membawamu pergi
Pergi terlalu jauh dariku



Kapan ya? Senyum ini bener-bener utuh senyum bahagia? Bukan senyum topeng yang menutupi kesedihan. Jangan mengeluh terus-terusan, syukuri aja apa yang diberikan oleh Tuhan. Tuhan pasti adil kok! Suatu saat nanti, bahagia pasti kan menghampiri. :) Percayalah! O:)

Selalu Kamu {}

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang di lautan. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Asikkk, pepatah berbicara tuh! :D Tapi bener lho! ^^ Abis diserang ganasnya virus galo maksimal, MOB, belati cinta, wah mantep tuh ngenesnya, eh, yang selama ini diharapkan banget datang menyapa! Waaah, something special banget itu! \=D/



Karena di hatiku hanya ada kamu
Kamu, dan akan selalu kamu

Kamu yang membuatku
Terpana melihatmu
Melihat matamu di depanku
Dan kamu menatapku

Aku tak bisa lagi
Tuk menahan rasa ini
Rasa cinta di dalam hati
Saat kamu di sini

Karena di hatiku hanya ada kamu
Kamu, dan akan selalu kamu
Karena kamu yang mencuri hatiku
Dan mengisinya dengan cintamu
Padaku

Aku tersipu malu
Saat melihat senyummu
Senyum manismu kepadaku
Senyummu di depanku

Sungguh aku bahagia
Mendengar kata cinta
Yang terucap penuh makna
Kamu mengatakanya




Akhirnya, happy ending bukan hanya opini berceloteh, itu fakta berbicara. :'D Wah,  keisengan gue udah berhasil gue posting nih! \=D/
Thank you very much much much buat semua yang udah baca keisengan-keisengan gue itu. {} Have a nice visiting my blog! ^^

Hilang :"

Capek ya? Ditusuk belati cinta melulu hidupnya :" Ah, nemu yang lain lagi, eeeh malah engga jelas kelanjutannya. Seiring waktu berputar, seiring kau memudar. HILANG! :'(



Hilang sudah semua harapan yang ada di depan mata
Kau jadi milikku hanya sebuah harapan belaka
Harapan yang tak pernah nyata, kan terus menjadi harapan selamanya
Sampai waktu berhenti berjalan

Inginku akhiri semua ini
Terlalu sulit bagi diri tuk mengerti
Tak pernah bayangkan semua menjadi begini

Seiring terbakarnya waktu ku mencoba tuk bertahan
Dalam pedihnya mencintamu
Seperti dalam belenggu seribu duri menusuk
Menghancurkan keyakinanku tuk terus ada
Ada untukmu yang tak pernah ada untukku

Tak pasti semuanya yang ku jalani
Begitu menyiksa buatku ingin akhiri keberadaanku dalam dunia nyata ini
Namun ku tersadar, akhiri diri ini
Takkan pernah bisa lepaskanku dari belenggu
Biar, biarkanku terus mengikuti alur takdir hidupku
Tuk kehilanganmu



Setelah ini, apalagi? Haruskan belati cinta menusuk lagi? Ah, hampir habis kekuatanku kini~ :"

Suram

Abis diduain? Ditigain? Ato bahkan diempatin? Ngerasa pengin banting beton ke yang ngeduain? Banting aja! :@ Eh, jangan, jangan! Jangan banting beton, ntar malah kemakan karma sendiri. Biarin aja, suruh puasin mainin perasaan sampai Dewi Karma datang untuk membalasnya dengan balasan yang setimpal! Yang bikin hidupnya jadi SURAM! (y)



Kebencian menghujat hati
Meremukkan tiap sisi, tak tersisa lagi
Dan luka yang tak terobati
Membekas tak lekas pergi, seperti abadi

Kucoba tuk buang semua
Kenangan yang kau tinggalkan, lupakan
Sampai tak lagi tersisa
Semua tentang dirimu, ku hancurkan

Benciku padamu
Berani khianatiku
Di belakangku
Kecewa ku padamu

Pecahkan kaca, seprihan hujani hati
Menetes darah, bertabur pilu
Terkurung dalam miris semua ini
Kau padaku begitu keji

Paham aku, kau tak pantas dicintai
Kau anggap cinta itu permainan
Permainan keji yang telah kau lakui
Terus dan teruskan lagi, puaskan, puaskan




Berdoa ajaya, semoga bisa liat Dewi Karma membalas pake mata kepala sendiri. O:)


Memori~

Enggak jauh beda sama memori hape yang kena virus, susah banget discan, mau diformat enggak bisa. Jalan terakhir, usir aja virusnya! Eh, engga mau ilang. *yaiyalah virus mana mah yang mau dan gampang diusir. Parah, ya emang! :'3 Yang udah keserang virus MOB (= Move On Bandel) nih, begini jadinya~ :'3




Melupakanmu, bagaimana cara melupakanmu
Menghapusmu dari rangkaian memoriku
Mengapa kau tak pernah pergi dari memoriku
Biar kukosongkan semua memori ini, agar kau pergi jauh

Dan ketika kurasa
Bisa mengapusmu dari memori
Tetapi mengapa
Kau kembali, dan kembali lagi

Bisakah kau pergi sendiri
Karena aku tak kuasa lagi
Menghapusmu dari memori
Yang telah penuh ini

Bukankah aku sudah tiada dalam memorimu
Tapi mengapa kau tetap ada dalam memoriku
Memori tentangmu yang tak bisa ku hapus
Bagaimanapun caranya tetap tak bisa terhapus

Sulit untuk hapuskan
Semua tentangmu dalam memori
Berbagai cara
Telah kulakukan demi semua ini

Kurasa cukup semua ini
Usahaku, telah cukup kini
Memohon yang ku bisa kini
Kau, pergilah sendiri



Semakin lama galau menerpa, semakin pedih merajuk asa, wawaa~ :'( Nexttt! ='))
 

Follow Me

Instagram